Bupati Karo Terkelin Brahmana saat diwawancarai terkait persiapan Pemkab Karo menuju fase new normal life.(andalas/robert tarigan)

Berastagi-andalas Bupati Karo, Terkelin Brahmana SH MH menyebut, saat ini Pemkab Karo telah memikirkan bagaimana langkah menghidupkan kembali pariwisata Karo pasca Covid-19 ini. Mengingat jika pariwisata akan dibuka maka pemerintah daerah harus siap dengan protokol kesehatan yang ketat.

Masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Karo sedang mempersiapkan SOP di lingkungan masing-masing, karena dengan telah adanya SOP ini nantinya akan menjadi jelas apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan dalam pemberlakukan new normal nanti yang juga akan melibatkan unsur TNI/Polri.

Hal itu diungkapkan Bupati Karo, Terkelin Brahmana menjawab pertanyaan wartawan terkait persiapan Kabupaten Karo menuju fase new normal, Senin (15/06/2020) siang di ruang kerjanya, Kantor Bupati Karo, Jalan Letjen Djamin Ginting Kabanjahe.

Untuk itu, saat ini Pemkab Karo telah merancang regulasi SOP detail dari protokol kesehatan dalam masing-masing sektor. Esensinya, pengetatan protokol kesehatan di semua lini dan sektor. Hal ini dilakukan agar wisatawan yang datang kembali merasa aman dan nyaman dan kembali lagi ke tempatnya atau daerah asalnya juga dengan aman dan nyaman.

Hal ini juga, sambung Terkelin Brahmana, dilakukan untuk menjaga citra wisata Kabupaten Karo sebagai tujuan favorite pariwisata Sumatera Utara. “Untuk itu, SOP protokol kesehatan yang berfokus pada kesehatan, kebersihan dan keamanan tersebut masih disusun secara terperinci dipersiapkan oleh tim teknis dan juga oleh OPD masing-masing,” ujarnya.

Masa pandemi ini, mari kita jadikan alam Kabupaten Karo sebagai daya tarik pariwisata di Sumut."Mari kita back to nature, memadukan nilai kearifan lokal dengan protokol kesehatan,”ajaknya.

Bupati mengaku sesuai instruksi pemerintah pusat, seluruh destinasi wisata Kabupaten Karo ditutup pada masa pandemi Covid-19. Hingga saat ini sudah sekitar 3 bulan tak ada aktivitas apapun di lokasi wisata.

Hilangnya aktivitas pariwisata ini melenyapkan mata pencaharian orang-orang yang terlibat di dalamnya. Itu termasuk pengelola dan masyarakat yang memanfaatkan destinasi wisata. Industri kuliner hingga kreatif pun mati suri. “Sampai sekarang masih ditutup. Kami masih menunggu instruksi pusat dan Pemrovsu untuk aktivitas wisata,”sebutnya.

Informasi dari Gugus Tugas Pemprovsu, new normal terbagi tiga, new normal zona merah, new normal zona kuning dan new normal zona hijau. "Tentu konsepnya berbeda di masing-masing zona,"sebut Terkelin Brahmana.

Tujuan New Normal, Masyarakat Aman dan Produktif

Namun begitu, dia pun memastikan para pengelola wisata tetap merawat destinasi wisatanya agar saat kembali dibuka, sudah siap dikunjungi wisatawan. Begitu juga hotel berbintang, home stay, penginapan dan villa termasuk mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari regulasi (Perbub) hingga infrastruktur pendukung Protokol Kesehatan yang harus dijalankan dengan ketat melibatkan TNI/Polri, apabila nanti dibuka masa new normal wisata Karo."Sosialisasi dan edukasi new normal wisata ini juga harus betul-betul sampai ke masyarakat khususnya para pelaku wisata dan stakeholders,"ujarnya.

Kita berharap, kata Bupati Karo menekankan, dengan diberlakukannya new normal nanti, maka kegiatan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan, setelah kemarin terpukul dengan adanya wabah Covid-19 ini, tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada. “Pemerintah Kabupaten Karo sedang mempersiapkan langkah-langkah new normal. Sebelum ada anti-virus corona ini, penyebaran virus ini belum bisa diprediksi kapan akan kembali normal seperti sebelumnya. Itulah sebabnya, kita tak boleh pasrah,”tuturnya.

Untuk itu, Pemkab Karo terus mempersiapkan regulasi untuk memasuki tatanan new normal life, sehingga ketika tatanan ini sudah diterapkan, masyarakat dapat mentaati dan menjalankanya dengan sungguh-sungguh, sehingga kehidupan akan kembali berjalan normal, ekonomi berputar tetapi tetap mentaati prosedur dan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, baik di sektor pendidikan, kegiatan keagamaan, pasar, rumah makan, cafe, hotel dan lainnya.

"Nah, sebelum menuju kesana (new normal baru) ada beberapa prasyarat suatu daerah untuk dapat menerapkan new normal sesuai rekomendasi WHO sehingga tercipta kehidupan aman dan produktif, itulah yang sedang kita susun, SOP di sejumlah sektor,"tutup Bupati Terkelin.(RTA)

Sumber: http://harianandalas.com